Di Toko Nusantara, tenant trial sudah siap dan package sudah dibuat. Waktunya membuat iFlow pertama. Begitu membuka Integration Suite, saya malah bingung: menunya banyak, istilahnya baru, dan saya tidak tahu di mana harus mencari kalau nanti ada yang gagal.
Di SAP GUI, saya hafal jalannya: SE80 untuk membuat program, SM37 untuk melihat job, SLG1 untuk membaca log. Artikel ini adalah "peta transaksi" versi Integration Suite. Sekalian, kita buat kerangka iFlow yang akan diisi di artikel berikutnya.
Kenapa penting
Hampir semua pekerjaan di seri ini bolak-balik di tiga tempat: Design untuk membuat iFlow, editor iFlow untuk menyusun step-nya, dan Monitor untuk melihat hasilnya. Kalau sudah hafal letaknya, artikel-artikel berikutnya tinggal fokus ke isinya.
Konsep: peta menu
Menu | Isinya | Padanan kasar di ABAP |
|---|---|---|
Discover | Katalog paket integrasi siap pakai dari SAP | Business content standar |
Design → Integrations and APIs | Package dan iFlow kita | SE80 / package |
Monitor → Integrations and APIs | Log pesan, status deploy, security material, data store | SM37, SLG1, SE16 |
Modernize | Alat bantu migrasi dari SAP PI/PO | Migrasi dari sistem lama |
Inspect | Pemakaian resource tenant | ST06 versi integrasi |
Settings | Pengaturan tenant | SPRO versi kecil |
Halaman Home juga menampilkan ringkasan status artifact (Started, Error) dan capability yang aktif. Tapi yang paling sering kita buka adalah Design dan Monitor.
Langkah
1. Buat kerangka iFlow di package
Buka Design → Integrations and APIs, pilih package TKN Retail - Online Store Integration, lalu tab Artifacts. Pilih Add → Integration Flow, biarkan opsi Create dan Runtime Profile Cloud Integration, lalu isi:
Field | Isi |
|---|---|
Name |
|
ID |
|
Description |
|
ID mengikuti format <Type>_: iFlow (IF), data dari ERP ke CPI (ERP2BTP), objeknya Hello World, polanya sinkron. Alasan lengkapnya ada di artikel kedelapan tentang naming convention. Untuk sekarang, cukup ingat bahwa ID tidak bisa diubah setelah dibuat, jadi periksa dua kali sebelum klik Add and Open in Editor.
2. Kenali editor iFlow
Kerangka yang terbuka di editor sudah berisi pengirim (Sender), satu Integration Process dengan Start dan End, dan penerima (Receiver). Di sebelah judul tertulis Deployment Status: Not Deployed, dan ada tanda peringatan kecil di Start karena belum ada sender yang terhubung. Wajar untuk kerangka kosong.
Ada tiga area yang perlu dikenali:
Palette: deretan ikon di atas canvas. Setiap ikon membuka satu kelompok step (transformation, routing, call, security, dan seterusnya) yang bisa ditaruh ke canvas. Kalau lupa letaknya, pakai kotak Search Step di sebelah kanannya.
Canvas: tempat menyusun alur. Pesan mengalir dari kiri ke kanan, dari Start ke End.
Panel properti: di bawah canvas. Isinya mengikuti elemen yang dipilih. Kalau tidak ada yang dipilih, panel ini menampilkan pengaturan iFlow sendiri: tab General, Runtime Configuration, Error Configuration, Externalized Parameters, Deployment Status, dan lainnya.
Editor terbuka dalam mode baca, dengan tombol Edit, Configure, Deploy, dan Delete di kanan atas. Klik Edit dulu sebelum mengubah apa pun.
3. Save, Save as version, Deploy
Setelah Edit, tombol di kanan atas berganti menjadi Save, Save as Version, Deploy, Cancel, dan Delete. Arti tombol-tombol ini yang paling sering membuat ABAPer tersandung:
Tombol | Artinya | Padanan di ABAP |
|---|---|---|
Save | Menyimpan desain, belum jalan | Save di SE80 (belum aktif) |
Save as Version | Menyimpan dan membuat versi baru yang bisa dikembalikan | Versi di version management |
Deploy | Memasang iFlow ke runtime supaya bisa menerima pesan | Activate (Ctrl+F3) |
Configure (mode baca) | Mengisi parameter yang di-externalize tanpa membuka desain | Varian atau TVARVC |
Kalau hanya Save, iFlow yang berjalan masih versi deploy terakhir. Sama seperti di ABAP: program yang hanya disimpan tidak berubah perilakunya sampai diaktifkan.
Untuk sekarang, klik Save as Version dan beri komentar Initial skeleton. iFlow ini baru kita deploy di artikel berikutnya, setelah ada isinya.
4. Monitor: tempat mencari jawaban
Buka Monitor → Integrations and APIs. Halaman ini berisi beberapa kelompok kartu:
Bagian | Dipakai untuk | Muncul lagi di |
|---|---|---|
Monitor Message Processing | Log setiap pesan yang diproses (MPL): status, waktu, step yang gagal. Kartunya defaultnya hanya menghitung Past Hour | Hampir semua artikel |
Manage Integration Content | Status iFlow yang sudah di-deploy (Started, Error) dan endpoint-nya | S1-5, S1-6 |
Manage Security | Security Material (credential), Keystore, PGP Keys, User Roles, Connectivity Tests | Series 2 |
Manage Stores | Data Stores, Variables, Message Queues, Number Ranges | Series 3 |
Access Logs | System Log Files | Series 5 |
Manage Locks | Kunci pesan dan kunci artifact yang sedang diedit | Saat ada yang "nyangkut" |
Usage Details | Jumlah pesan bulan ini | Memantau kuota |
Untuk ABAPer, Message Processing Log adalah gabungan SM37 dan SLG1: satu baris per pesan, lengkap dengan status dan detail error. Kalau ada yang tidak jalan, MPL adalah tempat pertama yang saya buka.
Jebakan yang saya temui
Save bukan Deploy. Saya pernah mengubah iFlow, menyimpannya, lalu bingung kenapa hasilnya tidak berubah. Ternyata yang berjalan masih versi lama. Biasakan melihat status di Manage Integration Content setelah deploy.
Pesan "tidak ada" di Monitor. Kartu dan daftar Message Processing punya filter waktu (defaultnya Past Hour) dan status. Kalau pesan yang dicari tidak muncul, cek filternya dulu sebelum menyimpulkan iFlow tidak dipanggil.
Ada dua "Description". Description yang diisi di dialog Add tampil di daftar Artifacts dan di Integration Flow Details, tapi field Description di tab General editor tetap kosong. Dua field itu terpisah, jadi jangan heran kalau yang satu terisi dan yang lain tidak.
ID iFlow permanen. Nama tampilan masih bisa diubah, ID tidak. Salah ketik di ID berarti membuat iFlow baru dan menghapus yang lama.
Tanda kurung ditolak di Name. Awalnya saya menamai iFlow ini
ERP to CPI -, dan dialognya langsung menolak: "Name should begin with an alphabet or underscore (_) and can also contain numbers, space, period(.) or hyphen(-), but it should not end with period(.)". Jadi untuk Name, pakai huruf, angka, spasi, titik, tanda hubung, dan underscore saja. Tanda kurung, garis miring, dan karakter khusus lain sebaiknya dihindari sejak awal.Hello World (Sync)
Ringkasan
Design untuk membuat dan mengubah iFlow; Monitor untuk melihat hasilnya.
Editor punya tiga area: palette, canvas, dan panel properti. Klik Edit sebelum mengubah.
Save menyimpan desain, Deploy memasang ke runtime, mirip Save vs Activate di ABAP.
Monitor Message Processing adalah tempat pertama untuk mencari tahu apa yang terjadi pada sebuah pesan.
Berikutnya: kerangka IF_ kita isi dalam tiga tahap: balasan tetap, membaca request dengan Groovy, lalu menangani error.