Part 1 of “CPI dari Nol untuk ABAPer”

Kenapa ABAPer Perlu Belajar Integration Suite

Motivasi dan peta perjalanan seri ini — kenapa seorang ABAP developer perlu mengenal SAP Integration Suite, dan apa saja yang akan kita bangun bersama.

·4 min read·SAP Integration Suite
Kenapa ABAPer Perlu Belajar Integration Suite

Di Toko Nusantara, toko online fiktif yang akan menemani seri ini, saya ingin melakukan hal yang kedengarannya sederhana: setiap pagi, ambil daftar order baru dari API toko, cek stok, lalu kirim hasilnya ke sistem ERP.

Sebagai ABAPer, refleks pertama saya jelas: buat report, panggil API pakai cl_http_client, parse JSON dengan /ui2/cl_json, jadwalkan di SM36. Selesai.

Lalu ternyata pertanyaannya bertambah. Token API-nya kedaluwarsa tiap jam, di mana menyimpannya? Kalau API-nya timeout, order diproses ulang atau tidak? Kalau nanti ERP-nya S/4HANA Cloud, apakah report custom seperti ini masih boleh? Dan siapa yang memantau kalau jam tiga pagi ada yang gagal?

Di titik itu saya sadar: masalahnya bukan lagi "bisa atau tidak ditulis di ABAP", tapi "di mana seharusnya logika integrasi ini tinggal". Jawaban SAP untuk pertanyaan itu adalah SAP Integration Suite.

Kenapa ini penting untuk ABAPer

Selama bertahun-tahun, banyak integrasi hidup di dalam sistem ERP: RFC, IDoc, proxy, report yang memanggil HTTP. Pola itu masih jalan, tapi arah SAP beberapa tahun terakhir cukup jelas.

Clean core. SAP mendorong agar inti S/4HANA dibiarkan sebersih mungkin: tanpa modifikasi, dengan ekstensi lewat jalur yang dirilis resmi. Di S/4HANA Cloud Public Edition, ini bukan anjuran lagi, tapi aturan. Kode ABAP yang boleh ditulis di sana adalah ABAP Cloud, dengan akses hanya ke objek yang sudah di-release.

Side-by-side extension. Logika yang tidak perlu menempel di inti ERP dipindah ke SAP Business Technology Platform (BTP). Integrasi dengan sistem lain adalah kandidat paling alami untuk dipindah: ia berbicara dengan banyak pihak, sering berubah, dan butuh pemantauan sendiri.

PI/PO menuju akhir masa pakai. Bagi yang terbiasa dengan SAP Process Orchestration, rencana SAP adalah mengakhiri mainstream maintenance PO 7.5 di akhir 2027 (dengan extended maintenance sampai 2030). Tujuan migrasinya adalah Integration Suite.

Artinya, cepat atau lambat seorang ABAPer akan bersinggungan dengan Integration Suite, entah sebagai pembuat iFlow, pemanggil iFlow dari ABAP, atau orang yang ditanya "kenapa datanya tidak sampai?"

Integration Suite itu apa, dan di mana CPI-nya

SAP Integration Suite adalah layanan integrasi di BTP. Isinya beberapa kapabilitas, antara lain:

  • Cloud Integration (sering masih disebut CPI): tempat kita membangun integration flow (iFlow), yaitu alur yang menerima pesan, mengolahnya, lalu mengirimkannya ke sistem lain.

  • API Management: mengelola dan mengamankan API yang kita buka ke luar.

  • Kapabilitas lain seperti Integration Advisor dan Event Mesh, yang tidak akan banyak dibahas di seri ini.

Fokus seri ini adalah Cloud Integration. Kalau dibandingkan dengan dunia ABAP, kira-kira begini:

Di ABAP

Di Cloud Integration

Report / function module yang berisi logika integrasi

iFlow

PERFORM / method yang dipanggil ulang

Local Integration Process (LIP)

TRY ... CATCH

Exception Subprocess

SM59 (RFC destination)

Receiver adapter + parameter koneksi

TVARVC

Parameter eksternal (Configure)

SLG1 / SM58 / WE02

Monitor dan Message Processing Log (MPL)

Tabelnya tidak sempurna, tapi cukup untuk memberi pegangan. Justru di bagian yang tidak cocok itulah biasanya jebakannya, dan itu yang akan sering saya ceritakan.

Apa yang akan kita bangun

Seri ini tidak memakai sistem sungguhan. Semua contoh berjalan di tenant trial pribadi dengan satu skenario yang sama dari awal sampai akhir: Toko Nusantara.

  • Toko Nusantara API: API tiruan yang saya buat di Postman Mock Server. Isinya token, daftar order dengan paging, status order, stok, dan pembayaran dengan skenario sukses, gagal, duplikat, dan timeout.

  • API publik gratis, seperti kurs mata uang dan daftar hari libur, untuk variasi.

  • Postman sebagai "ERP" yang memanggil iFlow kita.

Peta perjalanannya dibagi lima series:

  1. CPI dari Nol untuk ABAPer: konsep, layar, iFlow pertama, dan cara menguji tanpa sistem sungguhan.

  2. Memanggil API dari CPI dengan Benar: REST, token, signature HMAC, sampai subflow gateway yang bisa dipakai ulang.

  3. Pola Integrasi yang Tahan Banting: paging, idempotency, batch per item, dan cara aman menangani timeout.

  4. Mapping dan Transformasi Data: Groovy, format kanonik, Message Mapping, dan Value Mapping.

  5. Error Handling, Monitoring, dan Siap Production: exception, alert, testing, dan transport.

Setiap artikel hanya menambah satu hal ke iFlow yang sudah ada, jadi kalau diikuti berurutan, di akhir seri kita punya satu set integrasi kecil yang lengkap.

Jebakan yang saya temui di awal

Beberapa hal yang dulu membuat saya salah langkah, supaya Anda tidak perlu mengulanginya:

  • Menganggap iFlow itu "ABAP versi gambar". Cara berpikirnya berbeda: pesan mengalir dari satu step ke step lain, dan yang dibawa adalah body, header, dan property, bukan variabel lokal. Ini akan dibahas khusus di artikel ketiga.

  • Langsung menulis Groovy untuk semua hal. Script memang terasa paling mirip ABAP, tapi banyak hal lebih rapi diselesaikan dengan step standar.

  • Belajar di tenant kerja. Tergoda, tapi jangan. Tenant trial gratis, bebas dirusak, dan tidak ada yang marah kalau Anda salah deploy.

Persiapan sebelum lanjut

Yang perlu Anda siapkan untuk mengikuti seri ini:

  • Akun SAP BTP trial (gratis).

  • Postman (aplikasi desktop atau web) dengan akun gratis.

  • Dasar-dasar JSON dan HTTP: method, status code, header.

  • Sedikit pengalaman ABAP membantu, tapi tidak wajib.

Tidak perlu sistem S/4HANA, tidak perlu lisensi, tidak perlu akses kantor.

Ringkasan

  • Arah SAP (clean core, side-by-side extension, akhir masa pakai PI/PO) membuat integrasi semakin banyak pindah ke luar inti ERP.

  • SAP Integration Suite adalah rumah integrasi di BTP; seri ini fokus ke kapabilitas Cloud Integration (CPI).

  • Banyak konsep CPI punya padanan di ABAP, dan bagian yang tidak cocok justru paling penting dipahami.

  • Semua contoh memakai skenario demo Toko Nusantara di tenant trial pribadi, jadi bisa Anda coba sendiri.

Berikutnya: kita siapkan tenant trial Integration Suite, dari membuat akun BTP trial sampai layar Integration Suite siap dipakai.

Comments

No comments yet — be the first to share your thoughts.